<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Polwil Cirebon</title>
	<atom:link href="http://polwilcirebon.lodaya.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id</link>
	<description>Slogan Polwil Cirebon</description>
	<pubDate>Sun, 06 Jun 2010 21:40:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Polwil Akan Langsung Musnahkan Miras</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/polwil-akan-langsung-musnahkan-miras/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/polwil-akan-langsung-musnahkan-miras/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 09:49:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2237</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON - Terus berjatuhannya korban miras di wilayah kerjanya membuat Kepolisian Wilayah (Polwil) Cirebon akan langsung memusnahkan sejumlah miras yang berhasil dirazia jajarannya. Pemusnahan akan dilakukan di Markas Polwil, Senin besok.
“Kita berharap, setelah kejadian ini tidak ada kejadian lagi. Kami minta semua pihak berperan aktif menjaga kondisi wilayah Cirebon, jangan sampai ada korban miras lagi,” [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIREBON</strong> - Terus berjatuhannya korban miras di wilayah kerjanya membuat Kepolisian Wilayah (Polwil) Cirebon akan langsung memusnahkan sejumlah miras yang berhasil dirazia jajarannya. Pemusnahan akan dilakukan di Markas Polwil, Senin besok.<br />
“Kita berharap, setelah kejadian ini tidak ada kejadian lagi. Kami minta semua pihak berperan aktif menjaga kondisi wilayah Cirebon, jangan sampai ada korban miras lagi,” kata Kepala Kepolisian Wilayah (Kapolwil) Cirebon Kombes Tugas Dwi Aprianto, kepada Tribun, Minggu (9/5).<span id="more-2237"></span></p>
<p>Tentang kasus miras di beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon, Polres Cirebon masih terus melakukan penyelidikan. Selain menahan dua penjual miras, pihaknya juga mengamankan barang bukti. Namun apakah benar miras merek Mission yang disebut-sebut penyebab tewasnya belasan warga Kabupaten Cirebon itu layak diminum atau tidak, Polres belum memiliki kesimpulan sampai ke sana. (roh)<br />
(sumber:tribunjawa)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/polwil-akan-langsung-musnahkan-miras/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Miras Oplosan Renggut 8 Jiwa</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/miras-oplosan-renggut-8-jiwa/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/miras-oplosan-renggut-8-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 May 2010 10:05:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2240</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON – Minuman keras (miras) oplosan merenggut delapan jiwa warga Kecamatan Klangenan dan Arjawinangun,Kabupaten Cirebon.Korban sudah berjatuhan sejak Kamis (6/5) lalu hingga kemarin.
Belasan korban lainnya masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Arjawinangun. Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam,dua korban miras,yakni Suah dan Sunanto,warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, kritis dan dirawat di RS Arjawinangun. Sementara dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIREBON</strong> – Minuman keras (miras) oplosan merenggut delapan jiwa warga Kecamatan Klangenan dan Arjawinangun,Kabupaten Cirebon.Korban sudah berjatuhan sejak Kamis (6/5) lalu hingga kemarin.<br />
Belasan korban lainnya masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Arjawinangun. Hingga pukul 22.00 WIB tadi malam,dua korban miras,yakni Suah dan Sunanto,warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, kritis dan dirawat di RS Arjawinangun. Sementara dua korban kritis lainnya, Ratono,warga Desa Kreo, Kecamatan Klangenan; dan Asep, warga Desa Bulak, Kecamatan<span id="more-2240"></span> Arjawinangun,dirawat di RS Mitra Plumbon. Delapan korban tewas seusai mengonsumsi miras saat pertunjukan organ tunggal di Desa Slangit, Kecamatan Klangenan,Rabu (5/6) malam.Korban tewas, yakni Saptori, 25; Warsadi, 26; Beni, 33; Warseni, 30; Sarip, 25; Buniri alias Lencong, 26; dan Drajat, 25, merupakan warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan.</p>
<p>Satu korban tewas lainnya bernama Bukhori, 26,dari Desa Bulak,Kecamatan Arjawinangun. Berdasarkan informasi yang dihimpun, para korban ini diketahui melakukan pesta miras pada Rabu (5/4) di empat lokasi berbeda di antaranya Desa Bangodua, Desa Jemaras Lor, dan Desa Slangit,Kecamatan Klangenan. Namun, para korban baru merasakan dampak miras pada Kamis (6/5) sore hingga kemarin pagi. ”Setelah menenggak miras,rasanya berbeda dengan yang biasa diminum.Kami beli bareng di warung Desa Slangit dan diminum bersama di Jalan Desa Bangodua,” ujar Asep, 25, korban asal Desa Bulak,Kecamatan Arjawinangun, yang ditemui di RS Mitra Plumbon,kemarin. Dia bersama teman-temannya menggelar pesta miras di Desa Slangit saat ada pertunjukan organ tunggal.</p>
<p>”Saya bersama teman-teman malam itu minum mansion yang kami beli seharga Rp25.000/ botol,”kata Asep. Dia baru merasa pusing dan muntah-muntah pada Kamis malam. Karena sakitnya makin parah, kemarin dia dilarikan ke RS Arjawinangun.Selanjutnya, dia bersama Ratono, korban miras lainnya, dirujuk ke RS Mitra Plumbon untuk menjalani cuci darah akibat keracunan alkohol. ”Seluruh korban keracunan memang memiliki gejala sama seperti kehilangan kesadaran,mual, muntah, dan sebagian besar gagal ginjal akut,”ujar Rizki Kansil,dokter yang menangani korban miras di RS Arjawinangun. Dalam kasus ini, delapan yang meninggal didiagnosis keracunan alkohol dengan kadar sangat tinggi sehingga otak tidak berfungsi lagi.</p>
<p>Akibatnya, Asep kehilangan seorang temannya, Bukhori, 25, warga Desa Bulak,Kecamatan Arjawinangun. Asep sempat kabur dari rumah sakit saat mengetahui Bukhori meninggal. Korban lainnya, kakak-adik,yakni Beni bin Tarkit, 33; dan Warseni bin Tarkit, 30, asal Blok 3 RT 14/3, Desa Jemaras Lor,Kecamatan Klangenan. Informasi yang diperoleh,pesta miras di Desa Jemaras Lor dilakukan Beni,Warseni,Suwandi,Dikin, Wadi,dan Rat di depan rumah bibi Beni, Rabu (5/5) sore. Pesta miras mereka lakukan sekitar pukul 16.00 WIB seusai memanen padi di sawah. ”Saat itu kami minum lima botol mansion dicampur minuman suplemen berenergi untuk menghilangkan capek,” kata Suwandi, korban miras. Namun, pada malam harinya, Beni, 33; dan Warseni, 30,yang merupakan kakak kandung Suwandi, mengalami muntah-muntah dan pusing.Keduanya kemudian dibawa ke RS Arjawinangun pada Kamis sore. Sayang, nyawa keduanya tidak tertolong.</p>
<p>Selain di Desa Bulak dan Desa Jemaras Lor, korban tewas akibat miras juga ada di Desa Slangit dan Desa Kreo,Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon.Korban dari Desa Slangit, yakni Syarif bin Kartoni, 29; dan Buniri bin Senija, 19. Keduanya warga Blok 4 RT 17/7. sementara dari Desa Kreo, Kecamatan Klangenan, yaitu Warsadi, 26; dan Sapturi,24. Damuri,60,ayah korban Warsadi, menyangka anaknya hanya mabuk biasa.Karena itu,pihak keluarga hanya merawat korban di rumah. ”Saya nggak berani membangunkan dia (Warsadi).Sebab,biasanya kalau lagi mabuk, dia sering mengamuk jika dibangunkan,” ujar Damuri. Dia baru membawa Warsadi ke rumah sakit setelah mengetahui sejumlah korban meninggal akibat pesta miras.</p>
<p>”Setelah mendengar banyak yang meninggal gara-gara minuman, saya langsung membawa anak saya ke rumah sakit. Namun, dia terlambat dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit,” tuturnya. Drajat, 25,warga Desa Slangit, Kecamatan Klangenan, yang baru dibawa ke RS Arjawinangun pada pukul 10.00 WIB kemarin akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 18.25 WIB.Dia mengalami gagal multiorgan akibat terlambat mendapat penanganan medis. Kapolres Cirebon AKBP Sufyan Syarif mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tewasnya delapan korban miras tersebut. ”Kami sudah mengamankan pemilik warung yang diduga menjual minuman dan menyita puluhan botol miras sebagai barang bukti,”ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol Timur Pradopo menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah hukumnya menggelar operasi atau razia minuman keras (miras) tanpa izin. Kapolda Jabar melalui Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Dade Achmad mengatakan, untuk menekan peredaran miras,diperlukan kerja sama antara pihak kepolisian dan masyarakat. Jika tidak, peredaran miras akan sulit ditekan. ”Diharapkan, masyarakat juga berperan aktif memberantas peredaran miras. Jika ada yang menemukan pabrik atau pengguna miras, sebaiknya segera dilaporkan ke pihak berwajib,” imbaunya.</p>
<p>Untuk pabrik miras palsu, menurut dia, belum ada indikasi pabrik berlokasi di Jabar.Masyarakat diharapkan segera melapor jika ada pabrik miras tanpa izin.”Bila ada sesuatu yang mencurigakan, kami harap masyarakat langsung melapor ke aparat setempat untuk ditindaklanjuti dengan cepat,” ujar Dade. (CR-4/yugi prasetyo)<br />
(sumber:seputarindonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/miras-oplosan-renggut-8-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kejar Pelaku,Polisi Kepung Perbatasan</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/kejar-pelakupolisi-kepung-perbatasan/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/kejar-pelakupolisi-kepung-perbatasan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 10:13:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2246</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON – Perburuan terhadap pelaku perampokan yang menewaskan dua staf Dinas Pendidikan Kota Cirebon terus dilakukan. Ratusan petugas polisi di jajaran Polwil Cirebon dikerahkan.Operasi perburuan dilakukan secara terbuka dan tertutup.
Polisi terus mengurung pelaku yang diduga masih berada di sekitar Wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Pengepungan dilakukan dengan menempatkan petugas bersenjata di tempat-tempat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIREBON </strong>– Perburuan terhadap pelaku perampokan yang menewaskan dua staf Dinas Pendidikan Kota Cirebon terus dilakukan. Ratusan petugas polisi di jajaran Polwil Cirebon dikerahkan.Operasi perburuan dilakukan secara terbuka dan tertutup.<br />
Polisi terus mengurung pelaku yang diduga masih berada di sekitar Wilayah III Cirebon (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Pengepungan dilakukan dengan menempatkan petugas bersenjata di tempat-tempat<span id="more-2246"></span> strategis. Sejak perampokan terjadi Senin (3/5) lalu, seluruh titik perlintasan arus lalu lintas juga dijaga ketat.Selasa malam,pengepungan dilakukan di pintu keluar Cirebon seperti di perbatasan Jabar-Jateng di Losari, perbatasan Cirebon-Kuningan di Beber, serta perbatasan dengan Indramayu dan Majalengka.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kawanan perampok yang menggunakan senjata api, petugas juga membawa senjata lengkap. Pengepungan yang dilakukan tim gabungan Polwil, Polresta,dan Polres Cirebon tersebut sempat mengamankan sebuah kontainer berisi bahan-bahan kimia.Tetapi, setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata barang-barang tersebut disertai dengan surat-surat resmi.</p>
<p>”Dalam operasi gabungan yang dipimpin Kapolwil Cirebon tadi malam (Selasa malam) kami sempat mengamankan sebuah kendaraan yang membawa bahan kimia. Tetapi, setelah kami periksa dan kami koordinasikan dengan BPOM (Balai Penelitian Makanan dan Obat) dan Badan Narkotika Nasional (BNN), barang-barang yang dibawa dari Semarang ke Jakarta tersebut memiliki izin resmi,”ujar Kapolres Cirebon AKBP Sufyan Syarif kemarin.</p>
<p>Menurut Kapolres, pihaknya terus mengintensifkan razia di wilayah perbatasan menyusul kemungkinan pelaku perampokan di Kota Cirebon kabur dari wilayah Cirebon. ”Upaya pengurungan pelaku perampokan dengan menjaga ketat setiap daerah perbatasan, baik antardaerah di wilayah Ciayumajakuning maupun perbatasan Jabar-Jateng.Pengepungan dilakukan sejak Senin siang, Polisi menggelar razia baik di jalur utama Pantura.</p>
<p>Evaluasi Mekanisme</p>
<p>Kasus perampokan tersebut juga membuat Disdik setempat berencana mengevaluasi mekanisme pengambilan uang gaji guru. ”Kami berencana mengambil langkah evaluasi termasuk mengubah pola pengambilan gaji guru,”kata Kepala Disdik Dedi Windiagiri kemarin. Ke depan, pihaknya merencanakan pengambilan gaji guru dengan meminta bantuan pihak bank dan aparat kepolisian,seperti yang sudah berjalan di UPTD Pendidikan Kecamatan Harjamukti.</p>
<p>Pengambilan uang gaji langsung diantar pihak bank dengan pengawalan polisi. Bahkan pada saat pembagian gaji juga dikawal. ”Nanti sistem pengambilan gaji seperti di Kecamatan Kesambi akan diberlakukan di seluruh UPTD,” kata Dedi. Disinggung mengenai kemungkinan gaji guru akan diubah melalui rekening bank pribadi, Dedi mengaku masih memikirkannya. ”Persoalannya para PNS dan guru memiliki utang di koperasi dan sejumlah bank.</p>
<p>Jika diserahkan utuh, dikhawatirkan uang gaji habis dan tidak bisa membayar cicilan,” ujar Dedi. Selain memikirkan gaji para guru yang tertunda, kata Dedi, disdik bersama PGRI akan memikirkan nasib anak-anak kedua korban seperti dalam bentuk bantuan maupun beasiswa untuk pendidikan mereka. ”Sebagai bentuk perhatian dari disdik maupun PGRI, akan kami usulkan beasiswa bagi anak-anak kedua korban hingga lulus SMA,”kata Dedi.</p>
<p>Sementara,Kepala Disdik Kabupaten Cirebon Dudung Mulyana mengaku ikut prihatin dengan aksi perampokanyangmenewaskandua PNS di Kota Cirebon.Dia mengaku sudah meminta kepada pegawai di lingkungan Disdik Kabupaten Cirebon untuk selalu waspada. ”Saya sudah kerap mengimbau agar bendahara yang mengambil uang di atas Rp10 juta harus menggunakan kendaraan roda empat dan minimal tiga orang,”ujar Dudung.</p>
<p>Menurut dia, selama ini proses pengambilan uang dilakukan secara manual. Kondisi ini sangat berisiko, mengingat pengambilan uang di satu UPTD rata-rata di atas 300 juta, bahkan ada yang lebih dari 600 juta. Sebagai upaya antisipasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan akan mengganti dengan sistem pengambilan gaji melalui jasa pos.</p>
<p>”Mulai pekan depan, kami sudah mulai memberikan tunjangan untuk guru di daerah terpencil melalui kantor pos,”ujar Dudung. Dia juga mengusulkan sistem pembayaran gaji menggunakan ATM atau rekening bank pribadi agar lebih aman. ”Sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Cirebon untuk memikirkan cara pembayaran gaji yang aman,”kata Dudung. (CR-4)<br />
(sumber:seputarindonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/kejar-pelakupolisi-kepung-perbatasan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Siswa SMK Pesta Ganja di Pinggir Jalan</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/tiga-siswa-smk-pesta-ganja-di-pinggir-jalan/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/tiga-siswa-smk-pesta-ganja-di-pinggir-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 10:10:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2243</guid>
		<description><![CDATA[SUMBER - Jajaran Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Kepolisian Resor (Polres) Cirebon menciduk tiga siswa sebuah SMK di Jl. Tuparev Kedawung, Kab. Cirebon yang diduga tengah berpesta ganja di pinggir jalan di daerah Cideng, Kec. Kedawung.
Ketiga siswa tersebut masing-masing Muh asal Kalitanjung, Kota Cirebon, Rob dan Muh Z asal Desa/Kec. Suranenggala, Kab. Cirebon. Dari ketiga tersangka, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMBER</strong> - Jajaran Satuan Narkoba (Sat Narkoba) Kepolisian Resor (Polres) Cirebon menciduk tiga siswa sebuah SMK di Jl. Tuparev Kedawung, Kab. Cirebon yang diduga tengah berpesta ganja di pinggir jalan di daerah Cideng, Kec. Kedawung.<br />
Ketiga siswa tersebut masing-masing Muh asal Kalitanjung, Kota Cirebon, Rob dan Muh Z asal Desa/Kec. Suranenggala, Kab. Cirebon. Dari ketiga tersangka, petugas berhasil menyita barang bukti berupa ganja kering seberat 8,13 gram.<span id="more-2243"></span><br />
Data yang dihimpun Rabu (5/5) menyebutkan, penangkapan tersebut dipimpin oleh Bripka Aji Subiantoro, sekitar pukul 15:00 WIB. Waktu itu mereka tengah asyik menghisap ganja. Ketiga siswa tersebut sempat mau lari ketika petugas mendekati mereka. Namun, dengan sigap petugas membekuknya.</p>
<p>Kapolres Cirebon, AKBP Sufyan Syarif melalui Kasat Narkoba , AKP Hartono didampingi Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional Sat Narkoba, Zarir S mengatakan, mereka tidak masuk dalam daftar pencarian orang terkait kasus narkoba. “Mereka hanya pemain baru yang kebetulan bisa terungkap dan dibekuk saat tengah menggunakan barang haram tadi,” katanya.</p>
<p>Disebutkan, selain menangkap tiga siswa, Sat Norkoba juga saat ini mulai menyelidiki peredaran ganja ke pelajar, termasuk mahasiswa di Cirebon. Indikasi adanya jaringan ini, lanjut Hartono, dikuatkan banyaknya pelajar yang sudah mengenal ganja sekaligus mengonsumsinya.</p>
<p>Hal yang memprihatinkan, menurut pengakuan dari salah seorang tersangka, jika pesta ganja itu berhasil rencananya bersama teman-teman lain akan melakukan hal serupa saat perpisahan kenaikan kelas nanti. (A-146/das)***<br />
(sumber:pikiranrakyat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/tiga-siswa-smk-pesta-ganja-di-pinggir-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lima Remaja Pemabuk Gasak Puluhan Tabung Gas</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/lima-remaja-pemabuk-gasak-puluhan-tabung-gas/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/lima-remaja-pemabuk-gasak-puluhan-tabung-gas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 08:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2234</guid>
		<description><![CDATA[KUNINGAN - Diduga gara-gara ketagihan minuman keras (miras), lima remaja warga Cilimus Kab.Kuningan nekat menggasak puluhan tabung gas dari sebuah gudang milik H. Emon Ermawan, seorang pengusaha toko kelontongan di RT 01/01 Desa Cilimus, Kab. Kuningan. Namun, aksi mereka diketahui warga setempat sehingga tertangkap basah dan babak belur dihajar massa, Selasa (6/4).Kelima tersangka tadi masing-masing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUNINGAN</strong> - Diduga gara-gara ketagihan minuman keras (miras), lima remaja warga Cilimus Kab.Kuningan nekat menggasak puluhan tabung gas dari sebuah gudang milik H. Emon Ermawan, seorang pengusaha toko kelontongan di RT 01/01 Desa Cilimus, Kab. Kuningan. Namun, aksi mereka diketahui warga setempat sehingga tertangkap basah dan babak belur dihajar massa, Selasa (6/4).<span id="more-2234"></span>Kelima tersangka tadi masing-masing Tr (21 tahun) warga Caracas Cilimus, DS (23 tahun), Ifn (28 tahun), Put (28 tahun) dan Pid (17 tahun) yang kesemuanya penduduk Kec.Cilimus. Dari tangan mereka, diamankan barang bukti sedikitnya 24 tabung gas isi 3 kg yang kemudian kelima tersangka berikut barang buktinya diamankan di Mapolsek Cilimus untuk pengusutan lebih lanjut.</p>
<p>Berdasarkan keterangan sementara, tersangka Tr pada Selasa dini hari bersama tersangka lainnya mencoba mendatangi gudang penyimpanan tabung gas yang letaknya bersebelahan dengan kediaman rumah korban. Dengan menggunakan tangga, sebagian dari tersangka memanjat tembok rumah korban sedangkan tersangka lainnya tetap di luar bangunan diduga untuk mengamati situasi di luar.</p>
<p>Namun, saat kelimanya hendak membawa kabur puluhan tabung gas tadi, ada warga setempat yang melihatnya. Warga tersebut curiga karena melihat segerombolan orang tengah membawa tabung gas di tengah malam buta, apalagi mereka keluar dari arah rumah milik H. Emon yang selama ini dikenal sebagai penjual tabung gas berikut isinya. Kontan warga yang melihat aksi mencurigakan kawanan tadi, langsung berteriak maling.</p>
<p>Kapolres Kuningan Ajun Komisaris Besar Dra.Hj. Yoyoh Indayah didampingi Kasatreskrim Ajun Komisaris Sukirman, menyebutkan, Selasa (6/4), aksi warga tak berlangsung lama setelah polisi dari Polsek Cilimus datang dan mengamankan kelimanya berikut barang bukti berupa 24 buah tabung gas hasil jarahannya dibawa ke Mapolsek Cilimus. “Kelima tersangka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun,” paparnya. (A-164/das)***<br />
(sumber:pikiranrakyat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/lima-remaja-pemabuk-gasak-puluhan-tabung-gas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tergiur Projek Besar, Rp 500 Juta Melayang</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/tergiur-projek-besar-rp-500-juta-melayang/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/tergiur-projek-besar-rp-500-juta-melayang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Apr 2010 08:15:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2232</guid>
		<description><![CDATA[CIREBON - Gara-gara tergiur iming-iming mendapat projek besar, H. Ahkmad Mukidin (39), warga RT 02 RW 02 Desa Kedungsana, Kec. Plumbon, Kab. Cirebon, harus kehilangan Rp 500 juta. Uang sebesar Rp 500 juta tersebut diduga dibawa kabur pelaku Rudi Hermawan (40), warga Jln. Jembatan II Timur No. 12 RT 03 RW 02 Kel. Tambora, Jakarta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>CIREBON</strong> - Gara-gara tergiur iming-iming mendapat projek besar, H. Ahkmad Mukidin (39), warga RT 02 RW 02 Desa Kedungsana, Kec. Plumbon, Kab. Cirebon, harus kehilangan Rp 500 juta. Uang sebesar Rp 500 juta tersebut diduga dibawa kabur pelaku Rudi Hermawan (40), warga Jln. Jembatan II Timur No. 12 RT 03 RW 02 Kel. Tambora, Jakarta Barat.<span id="more-2232"></span>Menurut informasi, kejadian tersebut bermula dari janji pelaku yang juga rekan korban, yang bakal memberikan projek pembangunan rumah sakit bersalin kepada korban.<br />
Pelaku bahkan sudah meminta korban untuk mencarikan tanah untuk membangun rumah sakit tersebut.<br />
Korban yang sudah tergiur oleh iming-iming projek besar itu diduga menjadi ceroboh. Saat pelaku meminta korban untuk mencairkan uang sebesar Rp 500 juta, sebagai dana awal untuk mendapatkan projek pembangunan rumah sakit bersalin, korban menyanggupi.<br />
Korban kemudian menyerahkan uang tersebut kepada pelaku pada Senin (5/4) sekitar pukul 13.00 WIB di salah satu kamar Hotel Bentani tempat pelaku menginap.<br />
Setelah menyerahkan uang sebesar Rp 500 juta, korban pulang dan kembali mendatangi Hotel Bentani sore harinya sekitar pukul 18.00 WIB.<br />
Namun korban kaget karena pelaku sudah check out dari hotel. Korban pun berusaha melakukan pencarian melalui sejumlah temannya yang juga kenal pelaku, setelah telepon seluler pelaku tidak bisa lagi dihubungi.<br />
Sampai Senin malam, korban belum juga mendapat informasi tentang keberadaan pelaku, sehingga memutuskan melapor ke polisi. Kapolresta Cirebon, Ajun Komisaris Besar Ary Laksmana Wijaya saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.<br />
Saat ini menurut Ary, pihaknya masih mempelajari kasus tersebut. Pihaknya juga bakal melakukaan pengejaran terhadap pelaku. “Kami masih mempelajari kasusnya. Kita lihat saja perkembangannya,” ujar Ary. (A-92/das)***<br />
(sumber:pikiranrakyat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/tergiur-projek-besar-rp-500-juta-melayang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Polisi Lacak Identitas Pelaku</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/polisi-lacak-identitas-pelaku/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/polisi-lacak-identitas-pelaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Mar 2010 08:25:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2229</guid>
		<description><![CDATA[INDRAMAYU – Kepolisian Resort (Polres) Indramayu terus melacak identitas pelaku teror yang mengancam akan meledakkan bom rakitan di kantor Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Indramayu,Senin (15/3) lalu.
Tim Satuan Reserse kriminal Polres Indramayu mengembangkan aksi teror bom yang dilakukan penelepon misterius tersebut. Pengembangan yang dilakukan Polres Indramayu di antaranya melakukan cross check sejumlah saksi yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INDRAMAYU</strong> – Kepolisian Resort (Polres) Indramayu terus melacak identitas pelaku teror yang mengancam akan meledakkan bom rakitan di kantor Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Indramayu,Senin (15/3) lalu.<br />
Tim Satuan Reserse kriminal Polres Indramayu mengembangkan aksi teror bom yang dilakukan penelepon misterius tersebut. Pengembangan yang dilakukan Polres Indramayu di antaranya melakukan cross check sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan serta melacak lokasi penelepon. “Kami terus membuka identitas pelaku teror,mengenai ciri spesifik masih kami<span id="more-2229"></span></p>
<p>Personel pengamanan dari Polres Indramayu ini bertugas untuk menyisir kawasan perkantoran Bank BNI 46 agar tetap steril dari benda-benda yang mencurigakan. Polisi juga akan berkoordinasi dengan satuan pengamanan internal bank untuk mengamankan lokasi tersebut. Hal senada juga diungkapkan Kabag Ops Polres Indramayu Kompol Didit Eko.Menurut dia, patroli di lokasi perbankan di Kabupaten Indramayu akan ditingkatkan. “Kami juga meminta manajemen bank untuk melaporkan kepada aparat kepolisian jika mendapatkan teror bom,”ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Kantor Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Indramayu yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman mendapatkan ancaman bom dari penelepon misterius, Senin (15/3) lalu.</p>
<p>Informasi teror bom dari penelepon misterius ini diterima operator BNI 46 Yurita pada 10.35 WIB. Pelaku teror mengaku telah menyimpan rangkaian bom dan akan diledakkan dalam waktu satu jam kemudian.Mendapatkan teror bom,Yurita pun panik. Dia lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan BNI 46 Cabang Indramayu. (tomi indra)<br />
(sumber:seputarindonesia)<br />
rahasiakan,” ungkap Kabag Objek Vital Polres Indramayu AKP Agus Dwiyanto kemarin. Selain melacak identitas pelaku yang telah diketahui berjenis kelamin laki-laki, polisi juga meningkatkan pengamanan di BNI 46 Cabang Indramayu. “Penambahan personel juga dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,”ujarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/polisi-lacak-identitas-pelaku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pesisir Patrol Jadi Gerbang Masuk Narkoba</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/pesisir-patrol-jadi-gerbang-masuk-narkoba/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/pesisir-patrol-jadi-gerbang-masuk-narkoba/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 14:23:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2216</guid>
		<description><![CDATA[INDRAMAYU – Jajaran Satuan Narkoba Polres Indramayu menangkap enam pengedar ganja,yang semuanya warga Kabupaten Indramayu. Polisi juga menyita barang bukti 1 kg ganja kering.
Para tersangka ditangkap dalam sebuah operasi khusus di Blok Warakas,Desa Patrol, Kecamatan Patrol,kemarin. Keenam tersangka yakni Nurita, 25, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol; Sudiryo, 26; dan Eka Priyatna,26,warga Desa Cikedung Lor,Kecamatan Cikedung; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INDRAMAYU</strong> – Jajaran Satuan Narkoba Polres Indramayu menangkap enam pengedar ganja,yang semuanya warga Kabupaten Indramayu. Polisi juga menyita barang bukti 1 kg ganja kering.<br />
Para tersangka ditangkap dalam sebuah operasi khusus di Blok Warakas,Desa Patrol, Kecamatan Patrol,kemarin. Keenam tersangka yakni Nurita, 25, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Patrol; Sudiryo, 26; dan Eka Priyatna,26,warga Desa Cikedung Lor,Kecamatan Cikedung; Ujang Supardi, 48,warga Desa Sidamulya, Kecamatan Bongas; Maulana Ibrahim,23; serta Salim Hijri, 22, warga Desa Pranggong, Kecamatan Arahan.<span id="more-2216"></span></p>
<p>Terbongkarnya sindikat pengedar ganja itu bermula dari informasi warga yang menyatakan maraknya peredaran ganja di kalangan nelayan dan masyarakat pesisir pantai. Sekitar dua minggu, sejumlah anggota Satuan Narkoba Polres Indramayu melakukan penyelidikan. Alhasil, polisi mensinyalir pesisir Pantai Patrol menjadi gerbang masuknya narkoba dari berbagai daerah,terutama Jakarta.</p>
<p>Setelah penyelidikan, polisi memperoleh nama-nama tersangka pemasok ganja. Polisi yang menyamar pun bertransaksi dengan salah seorang tersangka. Polisi berpura-pura memesan ganja dalam jumlah besar. Karena tergiur tawaran pembeli, tersangka menyetujui transaksi tersebut.Tersangka menghendaki transaksi ganja dilakukan di daerah pesisir.</p>
<p>Setelah negosiasi,akhirnya lokasi yang dipilih adalah pesisir Pantai Patrol. Saat itulah petugas lain yang bersembunyi langsung menyergap tersangka. Dari pengembangan, kemudian enam tersangka lain ditangkap.Dari pengakuan para tersangka,pasokan ganja diperoleh dari Jakarta yakni Kar,Ar, dan Ted.”Pengedar ganja ini kerap beroperasi di sejumlah wilayah di Indramayu untuk konsumsiparanelayan,” ujarKapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto. (tomi indra) (sumber:seputarindonesia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/pesisir-patrol-jadi-gerbang-masuk-narkoba/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>6 Pengedar Ganja Diamankan</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/6-pengedar-ganja-diamankan/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/6-pengedar-ganja-diamankan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 14:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2219</guid>
		<description><![CDATA[INDRAMAYU - Satuan Narkoba Polres Indramayu berhasil membongkar sindakat pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), di pesisir laut Blok Warakas, Desa/Kec. Patrol, Kab. Indramayu, Selasa (9/3). Dari enam tersangka warga Kab. Indramayu, petugas menyita 1 kg ganja kering siap edar.
Keenam tersangka adalah Nur (25) warga Desa Mekarsari, Kec. Patrol. Sud alias Ompong (26) dan EP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>INDRAMAYU</strong> - Satuan Narkoba Polres Indramayu berhasil membongkar sindakat pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba), di pesisir laut Blok Warakas, Desa/Kec. Patrol, Kab. Indramayu, Selasa (9/3). Dari enam tersangka warga Kab. Indramayu, petugas menyita 1 kg ganja kering siap edar.<br />
Keenam tersangka adalah Nur (25) warga Desa Mekarsari, Kec. Patrol. Sud alias Ompong (26) dan EP alias Tete (26 ) warga Desa Cikedung Lor, Kec. Cikedung. US (48) warga Desa Sidamulya Kec. Bongas, serta Mau (23) dan SH (22) warga Desa Pranggong Kec. Arahan, Kab. Indramayu.<span id="more-2219"></span></p>
<p>Kapolres Indramayu AKBP Nasri Wiharto, S.I.K., didampingi Kasat Narkoba AKP Ansari Fuad, S.H., menjeklaskan, terbongkarnya sindikat pemasok ganja ini bermula diterimanya informasi dari warga, yang menyebutkan masih maraknya peredaran ganja di kalangan masyarakat. Beberapa hari usai menerima laporan, anggota Satuan Narkoba Polres setempat langsung melakukan penyelidikan.</p>
<p>Petugas yang menyamar sebagai pembeli berhasil memperoleh nomor handphone milik tersangka. Melalui pesan singkat polisi kepada salah satu tersangka, upaya transaksi mulai dilakukan yakni di pesisir laut di Blok Warakas Desa Patrol. Polisi yang menyamar sebagai pembeli berpura-pura memesan ganja dalam jumlah besar. Diduga tergiur tawaran pembelian, tersangka lalu menyetujui transaksi itu.</p>
<p>Tersangka baru mengetahui saat digerebek petugas yang sengaja bersembunyi di sekitar TKP. Akhirnya petugas berhasil mengamankan enam tersangka dari tempat yang berbeda. (udi)** (sumber:galamedia)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/6-pengedar-ganja-diamankan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belasan Warga Terluka Akibat Tawuran</title>
		<link>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/belasan-warga-terluka-akibat-tawuran/</link>
		<comments>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/belasan-warga-terluka-akibat-tawuran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 14:32:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admincirebon</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://polwilcirebon.lodaya.web.id/?p=2225</guid>
		<description><![CDATA[SUMBER - Sejumlah rumah mengalami kerusakan dan belasan warga mengalami luka-luka, bahkan tiga orang di antaranya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon, menyusul terjadinya tawuran antara kelompok pemuda Desa Purwawinangun, Kec. Suranenggala dengan kelompok pemuda dari Desa Sirnabaya, Kec. Gunung Jati, Kab. Cirebon, Minggu (7/3) dini hari antara pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMBER</strong> - Sejumlah rumah mengalami kerusakan dan belasan warga mengalami luka-luka, bahkan tiga orang di antaranya terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati Kota Cirebon, menyusul terjadinya tawuran antara kelompok pemuda Desa Purwawinangun, Kec. Suranenggala dengan kelompok pemuda dari Desa Sirnabaya, Kec. Gunung Jati, Kab. Cirebon, Minggu (7/3) dini hari antara pukul 02.00 WIB hingga menjelang waktu subuh.<span id="more-2225"></span>Korban yang mengalami luka akibat terkena anak panah masing-masing Kuswandi (20) dan Kardaya (31) warga Desa Purwawinangun, Kec. Suranenggala, dan seorang lagi bernama Ronadi (30) menderita luka bacok akibat sabetan benda tajam. Meskipun bentrokan antarpemuda tersebut sudah bisa dihentikan, namun hingga Minggu (7/3) sore petugas dari Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Jati, Polsek Kapetakan dan Kepolisian Resor (Polres) Cirebon masih berjaga-jaga di lokasi kejadian.</p>
<p>Sampai dengan berita ini disusun penyebab terjadinya tawuran antarkelompok pemuda desa yang masih bertetangga tersebut masih belum jelas, petugas pun masih terus melakukan penyelidikan secara intensif. Beberapa warga dari kedua desa tersebut sempat diamankan untuk dimintai keterangan. Bahkan, sebanyak tiga warga di antaranya telah dijadikan tersangka karena diduga sebagai pemicu dan pelaku, namun petugas belum bersedia untuk menyebutkan nama.</p>
<p>“Atas terjadinya tawuran yang melibatkan kelompok pemuda di dua desa tersebut kami sudah meminta keterangan dari sejumlah warga. Tiga di antaranya telah dijadikan sebagai tersangka,” kata Waka Polres Cirebon, Komisaris Diki Budiman, S.Ik., M.H., yang dihubungi lewat telepon, Minggu (7/3) sore.</p>
<p>Sementara itu, Kasat Reskrim, Ajun Komisaris, Ferry Irawan menambahkan, sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan dan keterangan para saksi yang mengetahui terjadinya tawuran tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, dari hasil pemeriksaan itu nanti akan bisa ditemukan siapa-siapa pelakunya,” katanya.</p>
<p>Tawuran tersebut tidak hanya menggunakan batu, bata, kayu dan lainnya, namun, ada yang menggunakan senjata tajam berupa golok, celurit, pedang, panah dan sebagainya hingga selain mengakibatkan sejumlah rumah mengalami kerusakan juga menimbulkan korban luka parah yang harus dibawa ke rumah sakit.</p>
<p>Sampai saat ini aktivitas di kedua desa tersebut terganggu, mereka dicekam ketakutan. Banyak di antaranya yang sengaja mengosongkan rumah mereka untuk mengungsi ke rumah keluarga di luar desa tersebut. (A-146/das)*** (sumber:pikiranrakyat)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://polwilcirebon.lodaya.web.id/belasan-warga-terluka-akibat-tawuran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
