Selasa, 9 Feb 2010
HAURGEULIS – Maksud hati mau melihat kondisi sawahnya, seorang ibu dan anaknya asal Desa Kertanegara Blok 9 RT 10 RW 05 Kecamatan Haurgeulis, ditabrak kereta api (KA). Perempuan yang bernama Ami (35) itu tewas seketika. Namun Diky (6) putranya, selamat dari musibah maut itu.
Keterangan yang dihimpun Radar, keduanya ditabrak KA Argo Jati jurusan Jakarta-Cirebon, Senin (8/2) sekitar pukul 10.45 di rel perbatasan Desa Kertanegara-Wanakaya, Kecamatan Haurgeulis.Kejadian ini berawal saat Ami dan Diky berjalan kaki hendak melihat sawahnya yang berada di sebelah utara rel. Ketika hendak menyeberang, diduga Ami hanya melihat datangnya KA dari arah timur (Cirebon). Padahal saat itu, KA dari arah barat (Jakarta) juga hendak melintas dengan kecepatan tinggi.
Saat sampai di tengah lintasan rel, keduanya seperti tidak mendengar suara pluit KA Argo Jati dari arah Jakarta yang cukup keras. Mereka tetap saja menyeberang, sehingga tabrakan tidak dapat dihindarkan lagi.
Akibat dihantam KA, tubuh Ami terpental ke selatan sejauh 20 meter dengan kepala remuk, kaki dan tangan patah. Beruntung, anaknya Diky, hanya menderita luka ringan dan langsung dilarikan ke RS Pantura Patrol sesaat setelah kejadian.
Sementara, jasad Ami dibawa kekediamannya untuk kemudian dikebumikan di TPU Blok 20 desa setempat. Saat kejadian berlangsung, suami sekaligus ayah korban sedang merantau ke Jakarta bekerja sebagai kuli bangunan. (kho)
Sumber : radarcirebon.com

